Perjuangan blom berakhir,tetap cemangat!!!!!!!!!!!!

Arsip Penulis

Secercah Nasihat Untuk Anda Wahai Para Dokter/Tenaga Medis

 Oleh Ustadz Abu Abdillah Syahrul Fatwa bin Lukman Termasuk nikmat Allah atas para hamba-Nya adalah Allah mengajarkan dan melebihkan sebagian orang dalam bidang kedokteran. Mereka membantu orang yang sakit dan menjadi sebab setelah Allah dalam menyembuhkan orang sakit. Berikut ini secercah nasihat yang ingin kami sampaikan kepada segenap saudaraku para dokter, sebagai peringatan dan nasihat dalam kebaikan. Terimalah nasihat sederhana ini dari saudaramu yang tidak menghendaki kecuali kebaikan. Terimalah dengan hati yang lapang, semoga Allah menunjuki kita semua ke jalan yang lurus.

PERTAMA : ALLAH TELAH MELEBIHKANMU Wahai saudaraku para dokter –semoga Allah menjagamu-. Anda telah diberi nikmat oleh Allah dengan nikmat yang banyak. Salah satunya adalah Allah telah memilihmu untuk menjadi dokter. Keahlian ini tidak dimiliki oleh semua orang. Maka bersyukurlah atas nikmat yang besar ini. Jangan lupa diri. Ingatlah ilmu pengetahuan yang kita miliki adalah pemberian Allah. Tidaklah kita ingat bahwa dahulu kita tidak mengetahui apa pun? Allah berfirman. وَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُنْ تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا “Dan Allah telah menurunkan kitab dan hikmah kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui. Dan adalah karunia Allah sangat besar atasmu” [An-Nisa : 113] Allah berfiman pula وَاللَّهُ أَخْرَجَكُمْ مِنْ بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur” [An-Nahl : 78] Jadi, ilmu kedokteran yang anda –para dokter- miliki adalah pemberian Allah, maka syukurilah dengan cara menggunakan nikmat ilmu tersebut dalam kebaikan.

KEDUA : NIAT YANG SHALIH Wahai saudaraku para dokter…. Niatkan ketika anda menjalankan tugas dan mengobati untuk mencari pahala dari Allah, jangan semata-mata hanya rutinitas tugas atau ingin meraih rizki yang melimpah. Niatkan dari tugas mulia ini untuk berbuat baik kepada sesama kaum muslimin, jangan tergambar hanya untuk urusan dunia. Ingatlah, tugasmu sangat mulia. Ikhlas dalam beramal. Akan tetapi, hal itu bukan berarti tidak boleh mengambil upah dalam mengobati. Ambillah gaji atau pemberian orang yang sakit, tetapi ingat, jangan membebani hingga si pasien merasa berat. Berilah keringanan kepada saudaramu yang sedang tertimpa musibah, insya Allah ganjaran yang anda dapat akan lebih besar. Allah berfirman. وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ “Berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik” [Al-Baqarah : 199] Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. مَنْ نَفَّسَ مُسلِمٍ كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ الذُّنْيَا نَفَّسَ اللَّهُ عَنْهُ كُربَةً مِنْ كُرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَمَنْ يَسَّرَ عَلَى مُعْسِرٍ فِى الدُّنْيَا يَسَّرَ اللَّهُ عَلَيْهِ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ “Barangsiapa yang melapangkan satu kesusahan dunia dari seorang mukmin, maka Allah melapangkan darinya satu kesusahan di hari Kiamat. Barangsiapa memudahkan (urusan) atas orang yang kesulitan, maka Allah memudahkan atasnya di dunia dan akhirat” [1] Demikian pula hendaklah anda amanah dalam menjalankan tugas mulia ini. Jangan mengatakan kepada pasien harus beli ini dan itu padahal tidak dibutuhkan, atau memberi resep obat mahal yang tidak dibutuhkan demi melariskan apotek tempat tugasmu. Takutlah kepada Allah dari dusta ketika bertugas. Bantulah saudaramu sebelum Allah mencabut kenikmatan ini darimu

KETIGA : KERJAKAN SHALAT KETIKA TIBA WAKTUNYA Termasuk bentuk syukurmu kepada Allah adalah apabila adzan telah berkumandang maka bersegeralah berangkat shalat. Jangan akhirkan shalat, karena anda adalah teladan bagi orang-orang yang disekitarmu. Apabila amalan yang sedang anda kerjakan di rumah sakit sangat mendesak, seperti sedang operasi pasien dan tidak bisa menundanya, maka tidaklah mengapa anda mengakhirkan shalat hingga tugasmu selesai, setelah itu bersegeralah shalat. Allah berfirman. حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَىٰ وَقُومُوا لِلَّهِ قَانِتِينَ “Peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’” [Al-Baqarah : 238]

KEEMPAT : BELAJAR ILMU AGAMA Saudaraku, sang dokter.. Mungkin anda sering mendapati pasienmu tidak paham bagaimana tata cara berwudhu dan shalatnya orang yang sedang sakit. Maka tugasmu untuk mengajari mereka, membimbing mereka bagaimana tetap beribadah ketika sakit. Kewajibanmu wahai para dokter untuk belajar ilmu agama, agar anda bisa mengarahkan pasien ke jalan yang benar dan beribadah dengan benar pula.

KELIMA : JANGAN BERDUA-DUAAN DENGAN WANITA YANG BUKAN MAHRAM. Saudaraku, sang dokter… Terkadang pasienmu adalah seorang wanita. Apabila anda bisa mencari dokter wanita yang bisa menanganinya maka itulah yang seharusnya. Akan tetapi, jika tidak ada maka tetaplah anda menanganinya dengan didampingi mahram si pasien. Jangan hanya berdua-duan dengan pasien wanitamu, karena Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. لاَ يَخْلُوَنَّ رَجُلٌ بِامْرَأَةٍ إِلاَّ وَمَعَهَا ذُوْمَحْرَمٍ “Janganlah seorang laki-laki berdua-duan dengan seorang wanita kecuali bersama mahramnya” [2] Apabila mahram si pasien wanita tidak ada, dan tidak ada pula dokter wanita yang lain, maka tetaplah anda mengobati sewajarnya dengan tetap menjaga rasa takut kepada Allah. Obatilah seperlunya, jangan tambahi dengan obrolan yang keluar batas.

KEENAM : MEMBUKA AURAT WANITA? Nasihatku selanjutnya, apabila kondisimu terpaksa dan menuntut membuka aurat pasien wanitamu, maka bukalah aurat tempat yang sakit yang perlu diobati saja, jangan berlebih-lebihan. Ini dibolehkan karena termasuk kondisi darurat. Dan darurat itu diukur sekedarnya saja, apabila telah selesai maka tutuplah kembali. Takutlah selalu kepada Allah untuk membuka aurat pasien wanita tanpa ada kebutuhan yang mendesak.

KETUJUH ; JAGALAH RAHASIA PASIEN Sebagian pasien ada yang menyampaikan permasalahannya dan menceritakan rahasia dan isi hatinya kepada anda. Maka sebagai bentuk amanat sesama muslim, jagalah rahasia ini dan berilah solusi yang terbaik dan sesuai dengan kondisinya, jangan anda sebarkan aibnya di khalayak manusia. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan. آيَةُ اْلمُنَا فِقِ ثَلاَ ثٌ : إِذَا حَدَثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ “Tanda-tanda orang munafik ada tiga : apabila berkata dia dusta, apabila berjanji dia mengingkari, dan apabila diberi amanat dia khianat” [3]

KEDELAPAN : MENASIHATI DENGAN KEBAIKAN Apabila anda melihat atau mengetahui bahwa pasienmu tatkala sehat adalah orang yang sombong, sering mengganggu orang lain, dan sering berbuat dosa misalnya, kemudian sifat ini melemah ketika dia sakit atau bahkan jiwanya menjadi lemah, dan berbalik senang menerima nasihat, maka manfaatkanlah peluang emas ini dengan menasihatinya secara halus dan baik. Tunjukilah ke jalan kebenaran. Semoga ketika sembuh pasienmu menjadi baik dan anda pun meraih pahala yang setimpal. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ “Barangsiapa yang menunjuki kebaikan, maka baginya semisal pahala orang yang mengerjakannya” [4]

KESEMBILAN : BERLEMAH LEMBUT KEPADA PASIEN Barangsiapa anda mendapati di antara pasienmu yang sakit ada yang sulit untuk paham anjuranmu, bandel dalam minum obat, sering melanggar pantangan makanan, atau banyak bertanya dan lain-lain. Menghadapi watak pasien yang beragam seperti ini adalah dengan bersabar dan berlemah lembut kepada mereka. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. إِنَّ الرِّفْقَ لاَيَكُوْنُ فِيْ شَيْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلاَّ شَانَهُ “Tidaklah kelembutan berada dalam sebuah perkara kecuali akan membaguskannya. Dan tidaklah dicabut kelembutan dari suatu perkara kecuali akan mengotorinya” [5] Bersabarlah dalam melayani tingkah polah pasienmu yang beragam, berlemah lembutlah kepada mereka. Tebarkan senyum, jangan bermuka masam, semoga dengan sikapmu seperti ini dapat membantu kesembuhan mereka.

KESEPULUH : SIAP KETIKA DIMINTA KAPANPUN Nasihatku yang terakhir, bahwa keahlianmu dalam mengobati menuntut agar anda selalu siap bila ada orang yang membutuhkanmu. Siap di setiap waktu dan tempat. Barangkali dengan kamu bersegera berangkat ketika dimintai bantuan adalah sebab –setelah Allah- bagi hidupnya nyawa saudaramu sesama muslim. Ingatlah, mungkin dengan selamatnya saudaramu adalah sebab anda meraih pahala karena kebaikan yang dia kerjakan ketika sembuh. Renungkanlah selalu firman Allah ini. مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ أَنَّهُ مَنْ قَتَلَ نَفْسًا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِي الْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ النَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَا أَحْيَا النَّاسَ جَمِيعًا ۚ “Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia seluruhnya”.[Al-Maidah : 32] Demikain kajian kita kali ini.

 

Perlu kiranya diketahui bahwa kajian ini disarikan dari Rasa’il Ila al-Thabib al-Muslim karya Dr Thoriq bin Muhammad al-Khuwaithir dengan beberapa tambahan oleh penulis. [Disalin dari Majalah Al-Furqon, Edisi 08, Tahun ke-10/Rabi’ul Awal 1432 (Feb – 2011. Diterbitkan Oleh Lajnah Dakwah Ma’had Al-Furqon Al-Islami, Alamat : Ma’had Al-Furqon, Srowo Sidayu Gresik Jatim] _______ Footnote [1]. HR Muslim 2699 [2]. HR Al-Bukhari : 3006 dan Muslim : 1341 [3]. HR Al-Bukhari : 33 dan Muslim : 59 [4]. HR Muslim : 1893 [5]. HR Muslim : 2594

Iklan

BUKA MULUT BUKA MATA LANGSUNG LARI PAGI .

Lari pagi sangat baik untuk menjaga kesehatan. Jantung dan paru-paru kita menjadi lebih kuat. Selain itu berat badan anda bisa turun beberapa kg dan otot perut anda juga jadi kencang dan rata. Jika anda ingin punya six pack, selain sit-up sebanyak minimal 5 x 50 kali, lakukan juga lari pagi dan kurangi berat badan. Meski anda sudah tua, taruhlah umur 50 tahun ke atas, jangan dianggap anda sudah tidak pantas lagi untuk lari pagi. If you can walk, then you can run. Jika anda bisa jalan, anda juga bisa berlari. Bahkan di Independent disebut bahwa riset terhadap 6.500 orang tua menunjukkan bahwa orang tua umur 70 tahun yang suka jogging sama sehat fisik dan otaknya dengan orang-orang yang berumur 50 tahun. Bahkan George W Bush  saat usia 55 tahun biasa berlari sekitar 5 km sebanyak 4 x dalam seminggu. Dia bisa menempuh jarak 1,6 km hanya dalam waktu 8 menit. Gladys Burrill (92), seorang nenek dari Honolulu, Hawaii, mendapatkan sertifikat dari Guinness World Records sebagai orang tertua yang dapat menyelesaikan trek marathon sepanjang 26,2 mil dalam waktu 9 jam 53 menit. Kecepatan lari (jarak jauh)nya 4,2 km/jam! http://international.okezone.com/read/2011/04/07/214/443484/nenek-92-tahun-menangkan-lari-marathon Meski penelitian lain menunjukkan jogging bisa memberi cedera lutut dan kaki terhadap 57% orang tua, namun itu sebenarnya bisa diatasi dengan penggunaan sepatu dengan bantalan karet yang tebal dan empuk untuk mengurangi benturan. Jika perlu anda pasang bantalan tambahan untuk meredam benturan saat lari. Waktu jogging pun bisa dilakukan dengan perlahan. Loncatan tidak perlu terlalu tinggi sehingga benturan tetap ringan/low impact. Tapi jika memang anda selain tua juga sangat overweight, jangan memaksa untuk lari pagi. Tak ada rotan, akar pun jadi. Jalan cepat pun tak masah. Untuk lari pagi sebaiknya dilakukan setelah matahari terbit, misalnya jam 6:00 pagi. Jika lebih pagi pun misalnya setelah jama’ah shalat Subuh bubar (sekitar jam 5:15) tidak masalah. Gunakan sepatu olahraga yang nyaman agar kaki anda tidak lecet. Kemudian pilih rute jalan yang aman. Cukup ramai dan bebas dari para preman/penodong. Agar lebih aman, sebaiknya anda lari pagi bersama teman atau keluarga anda. Pastikan juga aman dari kendaraan yang melaju. Agar lebih aman, sebaiknya anda berlari melawan arus kendaraan. Sehingga anda bisa melihat kendaraan yang melaju ke arah anda untuk meminimalisir kemungkinan tertabrak. Sebaiknya anda pakai baju kaos dan celana olahraga. Minum air putih dulu segelas agar segar dan jangan lupa buang air agar tidak kebelet di tengah jalan. Sebelum anda lari, sebaiknya anda berjalan kaki dulu sekitar 200 meter atau 5 menit untuk pemanasan. Jika anda pelari pemula, sebaiknya setelah lari 100 meter, anda jalan santai sekitar 200 meter. Jika anda sudah tidak lelah, lari lagi sejauh 100 meter. Ini agar anda tidak kecapean. Nanti minggu berikutnya, anda bisa tambah jarak lari anda sejauh 200 meter, minggu berikutnya tambah lagi sejauh 100 m jadi 300 m, dan seterusnya. Jarak lari sejauh 3-5 km juga sudah cukup untuk menjaga kesehatan. Idealnya dilakukan 5x seminggu. Namun jika tak bisa seminggu sekali juga tak masalah. Menempuh jarak 3 km selama 30 menit juga sudah cukup baik, apalagi jika anda sudah melewati masa golden age. Saat lari, atur nafas anda. Tarik nafas dalam-dalam secara perlahan. Setelah dada anda berasa penuh, baru keluarkan juga secara bertahap. Jika anda bisa ngobrol dengan baik saat berlari dengan teman anda, berarti nafas anda sudah tokcer… Saat mau berakhir, sebelumnya jalan kaki dulu sekitar 5 menit untuk pendinginan (cooling down). Jangan langsung duduk. Setelah suhu badan anda mulai turun dan keringat berhenti, baru anda mandi pagi.


Lelaki Berbakti Kepada Orang Tua dan Istri Berbakti Kepada Suami

Banyaknya perceraian terjadi karena istri/suami tidak menyadari posisi masing2. Begitu pula kadang istri kurang menghormati ibu mertuanya sehingga bisa konflik bukan hanya dengan suami, tapi juga dengan ibu mertuanya.

Padahal Islam sudah mengatur posisi masing-masing. Ibarat tentara, Ada Jendral, ada Kapten, dan ada Kopral. Kopral harus menghormati Kapten dan Kapten harus menghormati Jenderal. Sehingga ada keteraturan.

Sebaliknya kalau semua merasa jendera, maka yang ada kekacauan.

Meski demikian Islam juga mengajarkan agar pemimpin tidak sewenang-wenang dan menyayangi orang yang dipimpinnya. Seorang suami misalnya punya kewajiban menafkahi secara lahir dan batin pada keluarganya.
Dalam Islam ketaatan ditujukan kepada Allah, kemudian kepada RasulNya, yaitu Nabi Muhammad SAW.

Setelah itu, seorang pria wajib berbakti kepada ibunya. Setelah itu kepada ayahnya.

Sebaliknya seorang istri wajib berbakti kepada suaminya. Tidak pantas seorang istri mengatur-ngatur suami bahkan membuat suaminya takut kepada istri.
Berikut hadits-hadits tentang itu.

Seorang pria harus berbakti pada ibunya:
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Seseorang datang menghadap Rasulullah saw. dan bertanya: Siapakah manusia yang paling berhak untuk aku pergauli dengan baik? Rasulullah saw. menjawab:
Ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab: Kemudian
ibumu. Dia bertanya lagi: Kemudian siapa? Rasulullah saw. menjawab lagi: Kemudian ayahmu. (Shahih Muslim No.4621)

Hadis riwayat Abdullah bin Umar ra., ia berkata:
Seseorang datang menghadap Nabi saw. memohon izin untuk ikut berperang. Nabi saw. bertanya: Apakah kedua orang tuamu masih hidup? Orang itu menjawab: Ya. Nabi saw. bersabda: Maka kepada keduanyalah kamu berperang (dengan berbakti kepada mereka). (Shahih Muslim No.4623)

Ada pun seorang istri harus berbakti pada suaminya.
Sebab pada ijab-qabul, maka ayah mempelai wanita sebagai wali telah menyerahkan anaknya kepada sang suami.

Seorang istri harus berbakti pada suaminya:

Seorang isteri yang ketika suaminya wafat meridhoinya maka dia (isteri itu) akan masuk surga. (HR. Al Hakim dan Tirmidzi)

Allah Swt kelak tidak akan memandang (memperhatikan) seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya meskipun selamanya dia membutuhkan suaminya. (HR. Al Hakim)

Hak suami atas isteri ialah tidak menjauhi tempat tidur suami dan memperlakukannya dengan benar dan jujur, mentaati perintahnya dan tidak ke luar (meninggalkan) rumah kecuali dengan ijin suaminya, tidak memasukkan ke rumahnya orang-orang yang tidak
disukai suaminya. (HR. Ath-Thabrani)

Tidak sah puasa (puasa sunah) seorang wanita yang suaminya ada di rumah, kecuali dengan seijin suaminya. (Mutafaq’alaih)

Tidak dibenarkan seorang wanita memberikan kepada orang lain dari harta suaminya kecuali dengan ijin suaminya. (HR. Ahmad)

Tidak dibenarkan manusia sujud kepada manusia, dan kalau dibenarkan manusia sujud kepada manusia, aku akan memerintahkan wanita sujud kepada suaminya karena besarnya jasa (hak) suami terhadap isterinya. (HR. Ahmad)

Tak jarang seorang istri menganggap hina suaminya karena dia lebih kaya daripada suaminya. Penghasilannya lebih besar daripada suaminya. Padahal itu tidak baik.

Siti Khadijah meski beliau lebih kaya daripada suaminya, namun tetap menghormati dan menyayangi suaminya.

Meski seorang suami berkewajiban memberi nafkah bagi istrinya, namun di zaman sekarang ini banyak suami yang menganggur. Mereka tak dapat pekerjaan. Meski seorang istri berhak minta cerai, namun ada istri yang tetap sabar. Meski suaminya menganggur bertahun-tahun, namun dia tetap sabar. Sebagai gantinya justru dia yang bekerja menghidupi keluarganya.

Meski ada pertengkaran, namun secara keseluruhan istrinya tetap sabar dan terus memotivasi suaminya sehingga suaminya tetap semangat dan tidak putus asa. Akhirnya suaminya pun dapat bekerja dengan gaji yang tidak kalah besar dengan istrinya sehingga bisa menafkahi keluarganya. Itu jauh lebih baik ketimbang bercerai.

SHARE YOU KNOWLEDGE

https://saiddarlin.wordpress.com


JODOH TERBAIK

Assalamu’alaikum wrwb.

Cara gampang cari jodoh terbaik adalah metode agar Allah azza wajalla berkenan membuka Rahasia Jodoh Terbaik & Menghadirkannya.

Anjuran penggunaan : Sucikan diri (wudhu), sholat sunah 2 rakaat, berdoa, siapkan Al Quran selanjutnya ikuti langkah awal menuju solusi.

Urutan yang harus dilakukan : Merubah pemahaman untuk merubah pola piker lalu mencari penyebab hambatan untuk merubah pola ikhtiar.

Pemahaman : 1. Belum adanya jodoh bisa disebabkan oleh hubungan kita dengan Allah, keluarga, lingkungan, teman bahkan diri kita sendiri. Pemahaman 2 : Pahami & Yakinlah bahwa kelahiran, rejeki, jodoh & kematian adalah rahasia Allah.

QS 31:34 : Sesungguhnya Allah hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari kiamat, dan Dialah yang menurunkan hujan & mengetahui apa yang ada didalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui dibumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Dari pemahaman 1 & 2 jelaslah SEGERA RUBAH POLA PIKIR ANDA DALAM MENCARI JODOH! Perbaiki dulu Hubungan dengan Allah baru berikhtiar mencari hubungan perjodohan. Selanjutnya adalah cara memeriksa hubungan dengan Allah yang terdiri dari hubungan dengan Allah, Orang tua & sesama, periksalah! Apa kita pernah percaya dengan ramalan, datang ke orang pinter, percaya kekuatan selain Allah?

HATI2 SAUDARAKU! Dengan berbuat syirik dalam perjodohan bikin anda malah tertipu & menderita seumur hidup, bisa jadi anda dijauhkan dari yang semestinya jodoh terbaik atau bahkan tidak menemukannya sama sekali.

QS 31:33 : Janganlah sekali-kali kamu diperdayakan dunia & diperdayakan para penipu yang mengatasnamakan Allah, bisa juga anda mendapat jodoh namun yang malah membuat hidup anda tidak tentram & tidak berkah sebab akan berlaku hukum keseimbangan Allah dalam perjodohan. QS 24:3&26 :….musyrik laki2 berjodoh dengan musyrik perempuan, laki2 yang berperilaku buruk dengan perempuan yang berperilaku buruk juga.

Bukankah anda menginginkan jodoh sebagaimana disebutkan dalam QS 30:21 : … salah satu tanda kekuasaan-Mu adalah menjadikan pasangan hidup dari jenis kami, yaitu manusia. Yang demikian adalah agar kami cenderung dan merasa tentram kepadanya dan dijadikan-Nya diantara kami rasa kasih dan sayang.

PERIKSALAH WAHAI SUADARAKU! Apakah sholat kita sudah berkualitas?

Inginnya sih jodoh Allah hadirkan tepat waktu tidak telat2 tapi saat Allah memanggil untuk sholat eh malah ditelat2in, telat juga deh tuh jodoh.

QS 107:4-5 : Maka kecelakaanlah bagi orang2 yang shalat (yaitu) orang2 yang lalai dari shalatnya.

JUJURLAH WAHAI SAUDARAKU! Apakah anda pernah melakukan hubungan yang melampui batas atau bahkan berzina? QS. 25:68-69 : Barangsiapa yang melakukan yang demikian niscaya dia mendapat pembalasan berlipat sejak di dunia…salah satunya jdoh yang tak kunjung hadir.

PERIKSA HUBUNGAN KITA DENGAN ORANG TUA, adakah anda pernah menyakiti atau mengkasari mereka karena perbuatan tersebut termasuk doa besar yang menjauhkan rahmat Allah (termasuk jodoh).

QS. 17:23 : Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ah dan janganlah kamu membentak mereka, ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.

PERIKSA HUBUNGAN SILATURAHIM. Putus silaturahim berakibat putusnya rahmat (salah satu bentuknya jodoh).QS.49:10:….sesungguhnya orang2 mukmin itu bersaudara. Karena itu peliharalah persaudaraan dan peliharalah diri anda dihadapan Allah supaya kamu mendapat rahmat.

PERIKSA DALAM HUBUNGAN SEBELUMNYA (mis : mantan2) apakah ada yang sampai tersakiti atau terzalimi. Hindari doa orang yang teraniaya/terzalimi, karena doanya pasti dikabulkan (kalo dia doakan ga dapat jodoh bagaimana?).

APAKAH ANDA PERNAH BERGUNJING YANG MENGARAH MENGADU DOMBA, yang menyebabkan putusnya tali silaturahim?

QS 49:12 : Hai orang2 yang beriman, jauhilah kebanyakan kecurigaan, karena sebagian dari kecurigaan itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentu kamu merasa jijik kepadanya.

Bila anda pernah melakukan 1 saja dari hal diatas, SEGERALAH lakukan langkah lanjutan untuk MEMPERBAIKI HUBUNGAN DENGAN ALLAH.

LANGKAH 1 : MOHON AMPUN ATAS KESALAHAN & KEBURUKAN, dasar ayat QS.66:8 : Hai orang2 yang beriman Bertaubatlah kamu kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya. Mudah2an Allah akan menutup kesalahan2 kamu.

Untuk tahap awal dan sekaligus riyadhah (membiasakan),ucapkanlah KALIMAT ISTIGHFAR (ASTAGHFIRULLAH)minimal 70-100 sehari semalam dasar al hadits : Barangsiapa yang biasa beristighfar Allah akan carikan jalan Keluar Bagi Kesulitannya, kelapangan bagi kesempitannya & memberi rizki dari arah yang tidak terduga. INGET JODOH JUGA RIZKI loh. QS 71:10-12 : Maka Aku katakan kepada mereka Mohon Ampunlah kepada Tuhanmu. Sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat dan membanyakkan harta dan anak2mu dan mengadakan untukmu kebun2 dan mengadakan pula didalamnya untukmu sungai2.

LANGKAH 2 : TINGKATKAN IBADAH, PERBAIKI IBADAH. Sekali lagi yakinkan diri akan kuasa Allah. Insya Allah ada saja jalan bagi kita termasuk JALAN HADIRNYA PASANGAN HIDUP KITA-dasar ayat QS 65:3-4 : Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap2 sesuatu. Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. Cobalah melakukan hal2 berikut ini :

PERBAIKI/LAZIMKAN WUDHU, BIASAKAN SHOLAT AWAL WAKTU DAN SHOLAT BERJAMAAH, BERDOA/BERDZIKIR SELEPAS SHOLAT, PELIHARA SHOLAT SUNAH SEBELUM & SESUDAH SHOLAT FARDHU KECUALI SETELAH SHOLAT SHUBUH DAN ASHAR, BIASAKAN SHOLAT MALAM : TAHAJUD,HAJAT,ISTIKHOROH, TAUBAT, TASBIH, WITIR. Lakukanlah semampu anda,dasar ayat QS 22:77 : Hai orang2 yang beriman, ruku dan sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan berbuat kebaikan supaya kamu mendapatkan keberuntungan dunia dan akhirat.

LANGKAH 3 : PASRAHKAN KEPADA ALLAH, minta hanya kepada Allah-dasar ayat QS 65:3 : Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang dikehendaki-Nya.

LANGKAH 4 : LURUSKAN NIAT. Percayalah luruskan niat, sucikan hati bahwa anda menikah karena ingin mengikuti sunah rasul dan mengharap ridho Allah (al hadits) Pernikahan itu menyempurnakan separuh dari agama.

LANGKAH 5 HILANGKAN EGO. Target/pilah pilih boleh2 aja sih, tapi yang wajar sajalah serahkan pilihan yang terbaik hanya pada Allah melalui shalat istikhoroh dan musyawarah dengan keluarga,dasar ayat QS 2:221 : Dan janganlah kamu menikahkan orang2 musyrik, sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu, mereka mengajak keneraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya dan menerangkan ayat2-Nya (perintah2-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.

LANGKAH 6 : PERBANYAK SILATURAHIM, terutama kepada orang2 yang pernah anda sakiti & minta ridho orang tua. Barangsiapa yang ingin diluaskan rejekinya temasuk jodoh, sambunglah tali silaturahim dasar al hadits untuk Ridho orangtua Raihlah cinta orangtua supaya Allah menghadirkan cinta buat anda.

LANGKAH 7 : MENUTUP AURAT, supaya anda tidak sesat (menjauh dari jodoh anda) dasar ayat QS 20:121 : Maka keduanya memakan dari buah pohon itu, lalu nampaklah bagi keduanya aurat2nya dan mulailah keduanya menutupnya dengan daun2 (yang ada di)surga dan durhakalah adam kepada Tuhan dan Sesatlah ia.

RAHASIA JODOH TERBAIK : Jodoh itu tergantung pada diri kita sendiri, bila kita berperilaku baik, maka jodoh kitapun baik, jika perilaku kita buruk, maka jangan dipersalahkan jika jodoh kitapun berperilaku buruk. Wanita yang keji adalah untuk pria yang keji dan pria yang keji adalah buat wanita yang keji pula dan wanita yang baik adalah untuk pria yang baik dan sebaliknya. Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).

LANGKAH ISTIMEWA : MENOLONG YANG SEDANG KESUSAHAN misal bantulah saudara/kawan yang mau menikah tapi kekurangan/kesulitan dasar Al Hadits : wawloohu fii awnii abdi ma kanal abdu fii awni akhiihi, Allah selalu berkenan membantu hamba-Nya selama hambaNya berkenan membantu saudaranya.

SYARAT LANGKAH ISTIMEWA : LAKUKAN DENGAN IKHLAS DAN JANGAN HAPUS DENGAN DOSA2, hai orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebut dan menyakiti perasaan si penerima.

Doa bagi laki2 yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIILANDUNKA ZAUJATAN THOYYIBAH AKHTUBUHA WA ATAZAWWAJ BIHA WATAKUNA SHOIHIBATAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat.

Doa bagi wanita yang berharap jodoh : ROBBI HABLII MIN LADUNKA ZAUJAN THOYYIBAN WAYAKUUNA SHOHIBAN LII FIDDIINI WADDUNYAA WAL AAKHIROH, artinya : Ya Robb berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia & akhirat.

Doa tambahan : HASBUNAWLOOH WANI-MAL WAKIIL NI’MAL MAWLA WANI’MAN NASHIIR, dasar ayat QS 9:129 : Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah : Cukuplah Allah bagiku tidak ada Tuhan selain DIA. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki Arsy yang agung.

Doa untuk dapat jodoh dari hadits : ALLAAHUMMAFTAHLII HIKMATAKA WANSYUR ALAYYA MIN KHOZAA INI ROHMATIKA YAA ARHAMAR-ROOHIMIN, artinya : Ya Allah bukakanlah bagiku hikmamu dan limpahkanlah padaku keberkahanMu, wahai Pengasih dan Penyayaang.

LANGKAH ISTIMEWA, puasa sunnah, coba mulai sekarang sampai 40 hari kedepan. Barangsiapa yang membiasakan puasa doanya cepat terkabul.

DOA TAMBAHAN2 : ROBBANAA HABLANAA MIN AZWAJINAA WADZURRIYAATINAA QURROTA A’YUN WAJ ALNAA LIL MUTTAQIINA IMAAMAA QS ; 25:74 : Dan orang2 yang berkata : Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri2 kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami dan jadikanlah kami imam bagi orang2 yang bertakwa.

Waassalamu’alaikum wr wb


Bicara Hati, Diri, Jiwa dan Iman


Diri: Wahai Hati, kenapa aku sering merasa engkau selalu kesedihan?
Hati: Barangkali hidupku ini untuk diratap. Kerana itu aku sentiasa bersedih.
Diri: tapi, bukankah hidup ini pasti ada manis dan pahitnya. Namun, kenapa pula pahit lebih kau rasai?
Hati: Mungkin pahit itu penawar perit di hatiku. Wahai Diri, kenapa kau bertanya hal itu?
Diri: Kerana aku turut tersiksa dengan perasaan mu. Mungkinkah ada penawarnya agar suatu hari nanti aku juga dapat merasa sedikit bahagiamu? Andai kau sedari, sudah sekian lama hatimu berlagu pilu sehingga aku termanggu sendu.
Hati: Aku dan hidupku selamanya mencari penawar itu. namun aku rasa terlalu banyak noda di hatiku. Sehingga ruang-ruang yang meliputiku gelap tanpa sekilas cahaya untuk menunjuki jalan-jalan menuju penawar itu. [Tiba-tiba Hati menangis].
Diri: Hati, janganlah begitu, aku tersiksa mendengar tangismu. Tangis hatimu terlalu sendu dan pilu. Terkadang aku merasa terlalu sedih dengan lagu sendu hatimu. Khabarkanlah dukamu itu.
Hati: Diri, aku ini hati yang rindu. Aku perindu pada kenangan lalu. Kenangan lalu yang terindah telah meragut senyumku. Aku terkadang lemah untuk bangkit. Aku terus terdampar di pesisir lautan tangisan.
Diri: Sudahlah, Hati. Aku sangka kau sudah melupakannya. Biarkanlah segala kenangan itu berlalu. Bukankah itu sudah takdirNya, siapa pula kita untuk menghalangnya.
Hati: Aku bukan menghalangi takdirNya, aku juga tidak akan mampu melawan ketentuanNya. Namun terlalu berat untuk aku lalui takdir ini. Aku tidak mampu melupakan kenangan semalam. Ia terlalu indah untuk diingati, namun terlalu duka untuk dihayati. Aku lemah, Diri. [Akhirnya masing-masing menangis]
Diri: Namun, bukankah masa itu penawar segala duka? Bukankah peristiwa itu sudah lama berlalu?
Hati: Benar, masa akan merawat duka. Namun jauh disudut hatiku, aku tidak mampu melepaskan kenangan itu pergi. Bagaimana manmpu sedangkan aku selalu rindu. Tidaklah aku mampu melupakan sesuatu yang selalu aku rindui. Hai Diri, aku sudah penat dengan tangisanku. Namun aku tidak mampu jua menyekanya. Tubir hatiku selalu digenangi air mata rindu. Aku rindu merasa damai dalam pelukan mereka. Aku rindu, Diri.
Diri: Aku mengerti, aku menyaksikan peristiwa itu. Namun, seperti kataku, ia sudah lama berlalu. Cukup-cukuplah merajut rindu. Bukankah rindu itu selalu diiringi sendu. Dan sendu itu hanya menambah luka di hatimu. Rawatlah luka itu, hati. Aku terlalu bersimpati dengan termanggumu itu. cukuplah meratap hal yang lalu. Biarkan kenangan itu pergi darimu, jika ia hanya menambah dukamu. Hidup ini masih panjang untuk dilalui. Janganlah dihabiskan sisa umurmu dengan berair mata.
Hati: Hai Diri. Aku sudah lama memikirkan hal itu. aku masih mencuba melupakan kenagan lalu. Namun terkadang ia kembali memburu rinduku. Ia mengajakku menjejaki lorong-lorong kehidupan lalu yang terkadang memberi aku sekuntum senyuman lantaran imaginasi bahagia yang ku rasa. Namun, terlalu banyak pula duka selepas itu. Diri, aku sentiasa mengerti, kenangan itu tidak mungkin lagi kembali. Hari semalam tidak lagi seperti hari ini. Dakap mereka tidak mungkin lagi aku rasai. Senyum mereka tidak dapat lagi aku ciumi. Hai Diri, aku benar-benar sendiri ketika ini. Aku benar-benar telalu letih dengan tangisan hatiku. Aku semakin lemah untuk keluar dari kepompong duka ini.
Diri: Hati, dugamu salah sekali. Kau pasti bertemu mereka kembali. Dunia ini bukan tempat penyatuan abadi. Maka usahlah kau menunggu-nunggu untuk kembali bersatu. Hanya syurga tempat penyatuan abadi. Kau pasti akan bersama mereka di syurga. Kau pasti mengiringi mereka dengan tawa bukan lagi dengan sendu kecewa. Bukankah syurga itu disediakan untuk sebuah hati? Untuk hati-hati yang tenang? Tidakkah kau mahu menjadi hati yang tenang?
Hati: Benarkah? Tapi bagaimana untuk sampai ke syurga? Bukankah kematian itu satu-satunya cara untuk kesana? Namun, hatiku bukan hati yang tenang. Maka, syurga itu bukanlah milikku jua, Diri.
Diri: Jangan pula kau berperasangka begitu. Nanti bertambah duka hatimu. Benar, hanya kematian akan membawa kau kembali kepangkuan mereka. Namun, jika hatimu bukan hati yang tenang, makan kematian tidak juga akan menghubungkan kamu ke sana. Sia-sialah mereka menantimu di pintu syurga. Tidakkah kau rasa sia-siamu tiada hujungnya?
Hati: Lalu bagaimana dapat aku jadi hati yang tenang. Hati pemilik syurga? Hati yang akan bersatu dengan mereka? Tunjukan aku caranya, Diri.

Diri: Hai hati, aku tidak mampu membawamu ke sana. Aku hanya menuruti segala tingkahmu bukan mengarahi hidupmu. Namun, aku akan temukan engkau dengan dia. Dia ada antara kita namun tidak mungkin kita melihatnya. Dia punya penawar dan cara untuk membawamu ke syurga.

Hati: Kalau begitu, segera bawa aku berjumpanya.
Diri: Dia akan hadir apabila saja kau memanggilnya. Panggillah dia dengan sederhana tapi penuh pengharapan.
Hati: Bagaimana harus ku panggi dia? Apa namanya? Siapa dia?
Diri: Dia adalah aku dan kau juga. Dialah sebenarnya raja diri dan hati. Panggilah dia Jiwa.
Hati: Jiwa?
[Diri berlalu pergi]
Hati: Wahai Diri, siapa dia? Baikkah dia? Mampukah dia merawat dukaku ini? Janganlah kau pergi dahulu. Bagaimana harus aku panggil dia?
Wahai Jiwa,
Kata Diri engkau ada antara kami, engkau raja diri dan aku. maka sudah pasti kau mengetahui rasa hatiku selama ini. Aku mohon izinmu, tunjukkanlah rupamu agar aku mampu berbicara denganmu. Aku khuatir aku akan terus hanyut dalam kesedihan ini.
Jiwa: Wahai Hati. Sesungguhnya urusanku hanyalah dalam pengetahuan Tuhanku. Andai kau mahupun Diri bertanya tentangku, katakanlah. “Urusan ruh itu urusan TuhanMu”. Akulah Ruh dan Jiwamu. Akulah yang menggerakan diri dan hatimu. Berbicaralah denganku walau engkau tidak mampu melihat wajahku. Cantik mahupun buruk, jahat mahu pun baik jiwaku, terletak bagaimana kau canang hatimu. Kau punya kuasa untuk mencipta baik buruk hatimu tapi waspadalah, diri yang menemanimu dan melindungimu juga akan sentiasa terkena tempiasnya.
Hati: Aku ini hati yang sentiasa sendu. Sudah sekian lama tubir hatiku digenangi air mata tangisan lalu. Aku ini telah menjadi hati yang rindu. Rinduku bukan suatu yang madu untuk dirasai, tapi hempedu yang pahit untuk dinikmati. Namun aku sedar, inilah rupa duniaku. Tangisan ini seperti akan terus mengiringi hatiku sampai mati. Aku hati yang rindu terlalu pada mereka. Wahai Jiwa, andai kau tahu siksa hatiku menerima ketentuan takdir Ilahi. Sehingga suatu ketika dahulu aku pernah mempersoalkan takdir yang Esa. Namun, aku menyedarinya kini dan aku menginsafinya. Tapi, rindu itu walau masa lama telah berlalu, masih sukar untuk dilepaskan pergi. Aku terlalu takut untuk membiarkan kenangan itu hanyut tanpa kesan dalam hari-hari mendatang. Aku terlalu menyayangi kenangan semalam. Aku berusaha untuk mengingatinya walaupun ia selalu membuatku menangis. Itulah kenangan-kenangan untuk mengusap rinduku. Wahai Jiwa, khabarkanlah padaku, bagaimana harus aku hentikan tangisan ini tanpa perlu ku menyiksa hatiku untuk melupakannya.
Jiwa: Wahai Hati yang sendu. Benar hidup ini banyak tangis dari ketawa. Takdir itu yakinlah yang terbaik yang disediakan untukmu. Ingatlah, siapakah yang menentukan takdir itu? Andai kau tahu dan kau mengenali Dia, pasti kau tidak akan meragui apatah lagi menyoal kewarasan takdir yang ditentukanNya. Bukankah di hatimu itu adalah tempat hidupnya sebuah Iman? Kenalikah engkau dengan wajah imanmu sendiri?
Hati: Iman? Apa adanya dengan Iman di hatiku? [Tiba-tiba Iman bersuara tanpa juga rupa dan Jiwa hilang]
Iman: Akulah Iman yang hidup dalam hatimu semenjak kau lahir ke muka bumi. Hai Hati, alangkah aku turut merasai dukamu. Namun sayangnya hanya Diri menjadi tempat meluah dukamu sedangkan aku satu-satunya punya penawarnya.
Hati: Iman? Aku tidak melupakan kau, aku masih beribadah kepada Allah untuk meningkatkan darjatmu. Aku kenali siapa engkau. Janganlah kau menambah kecewaku kerana lupa tentang engkau. Aku menghargaimu seperti aku menghargai Diri.
Iman: Tidak, kau hidup dibawah bayangan kesamaran ibadahmu. Kau berusaha meningkatkan darjatku, namun, pernahkah kau cuba mengenali siapa aku sebagai iman yang telah bernadi dalam hatimu semenjak kau merasa dunia ini?
Hati: Maksudmu? Lalu siapa pula engkau?
Iman: Akulah iman yang harus kau patri dalam hatimu bahawa HANYA ALLAH YANG LAYAK MENJADI TUHAN SATU UNTUKMU DAN MUHAMMAD YANG AMANAH DIBERI WAHYU DAN DIANGKAT MENJADI RASULULLAH KECINTAAN ALLAH SEBAGAI PEMBAWA RISALAH KALIMAH AGUNG TUHANMU. Mungkin ia sudah biasa kau dengar pengenalan sebegini dari Diri. Tapi ingatlah, akulah penawar duka dan kecewamu, bukan Diri, bukan Jiwa mahupun hatimu sendiri.
Hati: Jika begitu, khabarkan aku caranya, usahalah kau panjangkan ceritamu. Aku sudah terlalu penat mencari penawarnya merata, aku mohon untuk tidak lagi kecewa.
Iman: Hati, mengertilah tatkala kau mengucapkan shahadatain itu, sesungguhnya kau telah bersaksi dengan diri, hati dan jiwamu bahawa keimanan iaitu aku, yang kau percayai segenap hatimu itu bermaksud satu keredoan atas segala ketentuanNya kepada setiap liku-liku kehidupanmu. Apapun takdir yang membuatmu menangis, pujuklah hatimu bahawa engkau redo baik ataupun buruk takdirnya. Moga yang baik itu memberimu kebaikan yang langsung kau nampaki dan moga juga kau tidak buta dalam hanyutan takdir kesedihan kerana seperti kataku redolah! tentu setiap takdir duka itu ada hikmahnya yang ditangguh kemunculannya. Tapi yakinlah hikmah dan rahmat itu akan mengiringmu dengan syarat kau redo walau dalam tangisanmu.
Hati: Maksudmu, selama ini imanku tidak benar?
Iman: Imanmu itu sudah benar, tapi masih jauh dari kesempurnaan. Anggaplah takdir kehilangan dan derita merajut kerinduan ini kau jadikan sebagai acuan untuk kau belajar mengimani keEsaan Allah. Anggaplah ini ujian untuk mengajarmu erti berserah pada ketentuan Allah. kerana, jika kau murka dengan takdirNya, sesungguhnya kau menolak sifatNya Yang Maha Mengetahui segala yang vacuum, di langit di bumi mahupun yang lalu dan waktu mendatang nanti. Yakinilah Allah telah menyediakan ganjaran yang terbaik untukmu. Yakinlah Allah menunjukimu jalan untuk mendekat kepadaNya dengan syarat kau menjadi orang yang sabar kerana “Sesungguhnya, Allah bersama hambanya yang sabar.” Namun, iringilah kesabaranmu itu dengan sebuah keredoan. Sesungguhnya Allah menerimamu bukan lantaran ganjaran kesabaran yang kau tuai tapi kerana keikhlasan yang kau semai di hati. Mengertikah kau sekarang, duhai Hati? Larakah lagi hatimu?
Hati: [menangis teresak] Oh Iman, aku…aku sudah gagal dalam perhitunganku. Aku sebenarnya mencipta jurang kejauhan dengan mereka lantaran aku tidak mengenali jalan menuju ke syurga. Aku, semakin jauh dari mereka, rinduku sebenarnya tiada guna rupa. Aku, alangkah rugi, wahai Iman!
Iman: Hati, engkau bukan makhluk sempurna. Engkau dicipta untukku dan harus kau tahu turun naik darjatku hanya terletak pada hatimu. Sejauh mana kau benar-benar memahami dan mengimani aku, maka sejauh itulah kau akan merasa hatimu hati yang tenang. Sebaliknya, jika kau letak aku di dasar karat hatimu, maka titisan air matamu tidak mampu mencipta alur untuk menunjuki jalan menuju syurga jika air matamu itu terembes dari rindu yang mengadu domba.
Seperti kata Diri, cukuplah menyiksa diri. Aku Imanmu selamanya bersemadi dalam hatimu. Angkatlah aku pada darjat yang layak aku duduki agar mampu aku menyinsih duka laramu. Aku punya penawar luka semalam dan akan datang. Oleh itu, janganlah kau anggap aku sebagai rerumput yang kering, yang kau pijak sesuka hati di dasar hatimu. Janganlah kau anggap aku hanya cukup mendiami dasar hati. Jika selamanya kau lantaikan aku, maka selamanya kau akan digiling oleh nafsu yang menipu, nafsu yang ingkar untuk sujud kepada Allah, hanya selepas diselam ke neraka sebanyak tiga kali, baru ia menginsafi. Jagalah aku sebaik yang layaknya aku untuk dilindungi semoga aku juga mampu menjagamu dari bisikan nafsu yang cemburu pada hatimu yang ingin kembali tenang.
Wahai Hati,
Hati-hatilah dengan cucukan Nafsu,
Dia tidak punya rupa tapi punya kuasa untuk membinasa,
Jika kau biar hatimu terbuka,
Jika tidak kau beri ku kunci untuk memagari hatimu,
Maka nantilah binasa mengiringi tipu tangisanmu yang kau anggap mulia,
Sebenarnya racun mengikis hatimu.
Jika kau jaga aku, pasti aku jaga engkau dari Nafsu.
Ingatlah,
Airmatamu itu boleh menjadi Nafsu yang tidak kau sedari,
Dia akan mencucuk-cuku hatimu agar terus menangisi,
Lalu engkau akan mula menyoal takdir Ilahi,
Setelah itu kau mula fikir untuk mati,
Kerana kau buta mengenal hikmah yang akan dilimpahi,
Hasil kesabaran yang meninggi.
Hati: Aku tahu kini, benar, hanya engkau yang mampu merawat dukaku. Namun, adakah itu maknanya aku harus melupakan kenangan lalu? Tapi itulah penawar rinduku dikala rindu. Adakah penawar lain sebagai ganti?
Iman: Seperti kataku, akulah satu-satunya penawarmu. Jika aku kau jaga, maka hatimu akan aku lindungi dari kesedihan. Lapangkanlah hatimu untuk mencuba melupakan duka semalam. Bukan layaknya aku untuk menghalang kau dari merindui mereka. Kerana rindumu itu sesuatu yang terlalu suci dan ia anugerah dan nikmat dari Ilahi jika engkau sedari. Rindulah mereka selama kau mahu, namun pesanku selamanyalah pula kau redo dengan pemergian mereka. Namun awaslah dengan bahaya Nafsu yang gila. Rindu sucimu mungkin bertukar noda jika kau lupa pada hikmah sebuah keredoaan kepadaNya.
Tetapi,
Ketahuilah hanya ada satu rindu yang terindah,
Rindu yang membuatmu menangis namun menambah bahagia digenap hatimu.
Rindu yang membuatmu rindu pada kematian,
Rindu yang membuatmu ingin tersenyum selama kehidupan.
Rindu yang memberimu satu harapan untuk hidup pada hari depan,
Rindu yang membuatmu tenang seperti bulan pada malam yang tenang,
Rindu kepada sebuah pertemuan.
Ah, Hati!
Aku juga rindu,
Aku juga punya rindu,
Aku tuainya tanpa bermusim di hatimu,
Tapi sedihku lantaran tidak kau bajai aku
Dengan ibadah dan ilmu.
Kau biarkan Nafsu mengheretmu menjauhiku padaNya,
Aku menjerit pilu tidak kau dengari.
Kau biarkan hatimu hanyut dalam rindu sucimu,
Ttapi kau biarkan aku hancur dalam lemas kekecewaanku.
Aku juga punya rindu yang lebih agung dari segala rindu.
Aku punya rindu kepada Ilahi,
Rindu yang tidak pernah membuah kecewa,
Tapi rindu yang sentiasa membuatmu muda
Untuk sentiasa gah merinduinya.
Hati: Maafkan aku, aku memahami dukamu namun dahulu aku tidak sedari. Alangkah hikmahnya jika aku mampu merasai rasa rindumu pada Ilahi.
Iman: Usahlah kau berduka pilu, Apa yang ku rasai ini, hasil dari izzahmu untuk meningkatkan darjatku. Engkau, Diri dan Jiwa turut pasti merasai nikmat kerinduan pertemuan dengan Ilahi, kecuali Nafsu, tempatnya hanya di neraka Jahim.
Diri; Jiwa dan Iman:
Wahai hati,
Engkau rupa kasih sayang,
Engkau tempat Iman untuk Tuhan,
Engkau rasakan Diri erti senyum dan tangisan,
Engkau bualan seluruh alam.
Wahai Hati,
Padamu ada sejuta harapan,
Bergabung di syurga kenikmatan,
Paculah Iman menuju pengabdian,
Kepada Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang,
Tunjukilah Diri melangkah ke hadapan,
Hadapan yang sirna dari kemunafikan,
Tapi jelas kepada tujuan,
Kembali kepada Tuhan,
Wahai Hati,
Beriringanlah dengan Jiwa,
Kerana aku dan dia sentiasa bersatu,
Kau wujud selama wujudnya dia,
Tapi, hilang kau, kosonglah Jiwa.
Wahai Hati,
Renungilah kata ini,
Semalam itu usah diharap lagi kembali,
Kerana Allah menyediakan hikmah di kemudian hari.
Kerana itu usahlah bersedih lagi,
Ada kuntum kebahgian menanti kini.
Lapangkan segenap hatimu,
Walau apapun takdir Ilahi,
Redolah setulus hati,
Ingatlah!
Kaulah yang Dia rindui,
Untuk sebuah pertemuan sejati,
Mengadap Wajah Allah yang diidami.
……………….

3 Macam Bentuk Hati Manusia!!! Hatimu Termasuk Hati Yang Mana Ya…???

Hati merupakan bagian terpenting dalam tubuh manusia. Hati ini tidak akan terlepas dari tanggung jawab yang dilakukannya kelak di akhirat, sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungan jawabnya.” (Al-Isra: 36). Dalam tubuh manusia kedudukan hati dengan anggota yang lainnya adalah ibarat seorang raja dengan seluruh bala tentara dan rakyatnya, yang semuanya tunduk di bawah kekuasaan dan perintahnya, dan bekerja sesuai dengan apa yang dikehendakinya. “Ketahuilah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik, maka akan menjadi baik semuanya, dan apabila segumpal daging itu jelek, maka akan jeleklah semuanya, ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

1. Hati yang sehat

Yaitu hati yang terbebas dari berbagai penyakit hati. Firman Allah: “(Yaitu) di hari yang harta dan anak-anak tidak akan bermanfaat kecuali siapa yang datang mengharap Allah dengan membawa hati yang selamat.” (Asy-Syura: 88-89). Ayat ini sangatlah mengesankan, di sela-sela harta benda yang diburu dan dikejar-kejar orang, dan anak-anak laki-laki yang sukses dengan materinya dan sangat dibanggakan, ternyata itu semua tidak akan memberi manfaat kecuali siapa yang datang menghadap Allah dengan hati yang selamat. Yaitu selamat dari semua nafsu syahwat yang bertentangan dengan perintah Allah dan laranganNya, dan dari semua syubhat yang memalingkan dari kebenaran, selamat dari peribadatan dan penghambaan diri kepada selain Allah, selamat dari berhukum dengan hukum yang tidak diajarkan oleh Allah dan RasulNya, dan mengikhlaskan seluruh peribadatannya hanya karena Allah, iradahnya, kecintaannya, tawakkalnya, taubatnya, ibadah dalam bentuk sembelihannya, takutnya, raja’nya, diikhlaskannya semua amal hanya kepada Allah. Apabila ia mencintai maka cintanya karena Allah, apabila ia membenci maka bencinya karena Allah, apabila ia memberi maka memberinya karena Allah, apabila menolak maka menolaknya karena Allah. Dan tidak hanya cukup dengan ini, sampai ia berlepas diri dari semua bentuk keterikatan dan berhukum yang menyelisihi contoh dari Rasulullah. Maka hatinya sangat tertarik dengan ikatan yang kuat atas dasar mengikuti jejak langkah Rasulullah semata, dan tidak mendahulukan yang lainnya baik ucapan maupun perbuatannya. Firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu mendahului Allah dan RasulNya, bertakwalah kepada Allah sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al-Hujurat: 1).

2. Hati yang mati

Yaitu kebalikan dari hati yang sehat, hati yang tidak mengenal dengan Rabbnya, tidak melakukan ibadah sesuai dengan apa yang perintahkanNya, dicintaiNya dan diridhaiNya. Bahkan selalu memperturutkan nafsu dan syahwatnya serta kenikmatan dan hingar bingarnya dunia, walaupun ia tahu bahwa itu amatlah dimurkai oleh Allah dan dibenciNya. Ia tidak pernah peduli tatkala memuaskan diri dengan nafsu syahwatnya itu diridhaiNya atau dimurkaiNya, dan ia menghambakan diri dalam segala bentuk kepada selain Allah. Apabila ia mencintai maka cintanya karena nafsunya, apabila ia membenci maka bencinya karena nafsunya, apabila ia memberi maka itu karena nafsunya, apabila ia menolak maka tolakannya atas dasar nafsunya, maka nafsunya sangat berperan dalam dirinya, dan lebih ia cintai daripada ridha Allah. Orang yang demikian menjadikan hawa nafsu sebagai imamnya, syahwat sebagai komandannya, kebodohan menjadi sopirnya, dan kelalaian sebagai tunggangan dan kendaraannya. Pikirannya hanya untuk mendapatkan dunia yang menipu ini dan dibuat mabuk oleh nafsu untuk mendapatkannya, ia tidak pernah meminta kepada Allah kecuali dari tempat yang jauh. Tidak membutuhkan nasihat-nasihat dan selalu mengikuti langkah-langkah syetan yang selalu merayu dan menggodanya. Maka bergaul dengan orang seperti ini akan mencelakakan kita, berkawan dengannya akan meracuni kita, dan duduk dengannya akan membinasakan kita.

3. Hati Yang Sakit

Yaitu hati yang hidup tapi ada penyakitnya, hati orang yang taat terhadap perintah-perintah Allah tetapi kadangkala juga berbuat maksiat, dan kadang-kadang salah satu di antara keduanya saling berusaha untuk mengalahkannya. Hati jenis ini, mencintai Allah, iman kepadaNya beribadah kepadaNya dengan ikhlas dan tawakkal kepadaNya, itu semua selalu dilakukannya tetapi ia juga mencintai nafsu syahwat dan kadang-kadang sangat berperan dalam hatinya serta berusaha untuk mendapatkannya. Hasad, sombong (dalam beribadah kepada Allah), ujub, dan terombang-ambing antara dua keinginan yaitu keinginan terhadap kenikmatan kehidupan akhirat serta keinginan untuk mendapatkan gemerlapnya dunia.Maka hati yang pertama hidup, tumbuh, khusyu’ dan yang kedua layu kemudian mati. Adapun yang ketiga dalam keadaan tidak menentu, apakah akan hidup ataukah akan mati. Kemudian banyak sekali orang yang hatinya sakit dan sakitnya bahkan semakin parah, tetapi tidak merasa kalau hatinya sakit, bahkan sekalipun telah mati hatinya tetapi tidak tahu kalau hatinya telah mati.


Kiat Sukses Membangun Kepercayaan Diri

Nich Kiat Sukses Membangun Kepercayaan Diri Mu bro….cemangatt ya

Banyak ahli menilai percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Dalam dimensi yang sangat luas, sukses adalah milik semua orang. Tetapi, tidak semua orang tahu bagaimana cara mendapatkan atau meraih kesuksesan. Kebanyakan orang menilai bahwa kesuksesan adalah milik orang-orang yang ber-IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan memilih spesialisasi yang paling terkenal. Penilaian ini memang tidak sepenuhnya salah, tetapi kita juga harus melihat fenomena yang lebih luas, bahwa tidak sedikit orang-orang sukses yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Dengan kata lain, IQ tinggi, lulusan sekolah terbaik dan spesialisasi yang terkenal hanyalah bagian dari penunjang kesuksesan. Di luar kemampuan itu, ada faktor lain yang tidak kalah pentingnya dalam memprediksi kesuksesan seseorang; itulah yang kita sebut, antusiasme, hasrat, ketekunan, kerja keras, serta kebulatan tekad seumur hidup yang dimilikinya. Sebagian pakar menilai bahwa untuk mencapai sukses, kematangan pribadi seseorang sangat dibutuhkan. Sebab kematangan pribadi akan mengantarkan seseorang pada sikap optimis dan kesadaran bahwa apa yang dicita-citakannya akan mudah diraih. Di sisi lain, meraih kesuksesan jelas bukanlah perkara gampang. Ketika kita berusaha untuk meraih apa yang kita inginkan, tentu banyak tantangan yang harus dihadapi. Ada kalanya seseorang begitu tegar, tetapi tidak sedikit juga yang patah semangat bahkan menyerah karena merasa tidak sanggup menghadapi tantangan yang ada di depannya. Pada saat semacam inilah, rasa percaya diri sangat penting ditumbuhkan. Banyak ahli menilai bahwa percaya diri merupakan faktor penting yang menimbulkan perbedaan besar antara sukses dan gagal. Karenanya, tidak sedikit pula yang memberikan pandangannya mengenai teknik-teknik membangkitkan rasa percaya diri. Berikut ini adalah beberapa kiat guna membangun percaya diri. Pertama, berani menerima tanggung jawab. Gerald Kushel, Ed.D., direktur The Institute of Effective Thinking, pernah mengadakan penelitian terhadap sejumlah manajer. Dari penelitian tersebut, Kushel menyimpulkan bahwa ia menemukan sifat terpenting yang dimiliki oleh hampir semua manajer yang memiliki kinerja tinggi. Dan sifat tersebut adalah rasa tanggung jawab yang mendorong mereka untuk tampil “sempurna” tanpa peduli pada hambatan apapun yang menghadangnya. Sebaliknya, manajer yang berkinerja buruk dan gagal mencapai kapasitas maksimumnya cenderung melimpahkan kesalahannya pada siapa saja. Kedua, kembangkan nilai positif. Jalan menuju kepercayaan diri akan semakin cepat manakala kita mengembangkan nilai-nilai positif pada diri sendiri. Menurut psikolog Robert Anthony, PhD., salah satu cara untuk mengembangkan nilai-nilai positif adalah dengan menghilangkan ungkapan-ungkapan yang mematikan dan menggantinya dengan ungkapan-ungkapan kreatif. Dia menganjurkan membuat peralihan bahasa yang sederhana tapi efektif dari pernyataan negatif ke pernyataan positif. Misalnya, mengganti kata, “Saya tidak bisa,” menjadi, “Saya bisa!” Ketiga, bacalah potensi diri. Segeralah lacak, gali, dan eksplorasi potensi sukses yang ada pada diri kita. Misalnya dengan bertanya kepada orang-orang terdekat. Termasuk juga mengikuti psikotes dan mendatangi para ahli seperti psikiater, dokter bahkan kiai untuk melacak potensi kita. Karena bisa jadi sangat banyak potensi yang kita miliki tanpa kita sadari, sehingga tidak berhasil kita gali. Keempat, berani mengambil risiko. Keberanian dalam mengambil risiko ini penting, sebab daripada menyerah pada rasa takut alangkah lebih baik belajar mengambil risiko yang masuk akal. Cobalah menerima tantangan, kendati terasa menakutkan atau menciutkan hati. Cari dukungan sebanyak mungkin. Dengan melakukan hal ini, kita akan mendapat banyak peluang yang tak ternilai harganya. Namun jangan lupa, ketika mencoba sesuatu kita harus siap dengan hasil yang sesuai atau tidak sesuai dengan keinginan. Kalau hasilnya tak sesuai dengan keinginan, bisa jadi itulah yang terbaik menurut Allah Azza wa Jalla. Kalau kita sudah mencoba, maka niatnya saja sudah menjadi amal. Orang yang gagal adalah orang yang tak pernah berani mencoba. Bukankah menaiki anak tangga kelima puluh harus diawali dengan tangga pertama? Kelima, tolaklah saran negatif. Bisa jadi, tidak semua orang di sekitar kita memberikan dorongan, dukungan, dan bersikap positif pada kita. Sebagian dari orang yang ada di sekitar kita mungkin berpikiran negatif. Hal inilah yang tak jarang malah melunturkan rasa percaya diri kita dengan mempertanyakan kemampuan, pengalaman, dan aspirasi-aspirasi kita. Dengan demikian, mungkin ada baiknya jika kita sedikit mengambil jarak dengan sebijak mungkin bila ada pihak-pihak yang mencoba melunturkan kepercayaan diri kita. Keenam, ikuti saran positif. Rasa percaya diri merupakan sifat “menular”. Artinya, jika kita dikelilingi oleh orang-orang yang memiliki cara pandang positif, bersemangat, optimis, dsb, maka kita memiliki kecenderungan untuk meniru sifat tersebut. Karena itu, carilah lingkungan yang bisa memotivasi kita untuk sukses. Kita harus mulai senang bergaul dengan orang-orang yang mempunyai kemampuan untuk bangkit. Bergaul dengan orang-orang yang percaya diri akan berbeda dibandingkan bergaul dengan orang-orang yang gagal. Sebab bergaul dengan orang-orang yang percaya diri, Insya Allah semangatnya akan menular kepada diri kita. Ketujuh, jadikan keresahan sebagai kawan. Banyak peristiwa atau saat-saat dalam kehidupan yang dapat membuat kita mengalami rasa cemas atau gelisah. Akibatnya, kita mengalami krisis percaya diri. Saat itulah kita harus mulai mengingatkan diri sendiri bahwa rasa cemas dan gelisah merupakan kawan. Tingkatkan energi, tajamkan kecerdasan, tinggikan kewaspadaan, dan kembangkan pancaindera. Daripada menyia-nyiakan energi untuk kecemasan yang sia-sia, lebih baik menghadapi tantangan itu secara tegas dan efektif. Sesudah perhitungan kita matang, selanjutnya kepercayaan diri akan bertambah dengan memperkokoh ibadah dan doa, karena doa dan ibadah dapat mengundang pertolongan Allah. Semakin kokoh ibadah kita, shalat kita, makin kuat doa-doa kita, dan keyakinan kita dengan pertolongan Allah, maka itu bisa meningkatkan percaya diri. Kita harus benar-benar menyadari bahwa Allah menciptakan kita benar-benar dengan perhitungan dan pertimbangan Yang Mahacermat. Seperti di firmankan Allah SWT dalam Quran surat at-Tiin ayat 4, “La qad khalaqnal insaana fii ahsani taqwiim” (Sungguh Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya). Wallahu a`lam.                (Said Muhammad Darlin)